Minggu, 28 April 2013

Mencegah Modem Smartfren tidak support win 8

Assalamu alaikum wr.wb

Sudah lama nih tdk posting. 

Kali ini saya akan memberikan beberapa saran buat sobat blogger untuk mencegah modemnya tdk support dgn windows 8. Kali ini yg akan saya bahas adalah "Modem Smartfren". oke langsung saja caranya :

1.  Pada saat pertama kali anda menggunakan modem smartfren dgn windows 8, biasanya modem support (krang lebih 5 menit) namun bbrapa lama kemudian tiba-tiba tdk connect . untuk itu saran saya adalah  segera mungkin matikan "windows Update

2. segera mungkin update modem anda dengan masuk ke "device manager" lalu update otomatis dgn internet.





Senin, 15 April 2013

Rambu-rambu Dalam Pembelajaran Pkn SD



Makalah
 Rambu-rambu Dalam Pembelajaran Pkn SD



Disusun Oleh :
          (Kelompok 6, Kelas 12 H)
*    IRVAN ZAINUDDIN (15)
*    IKA RISMA
*    ANDI NURFITA SARI




Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan

Kata Pengantar

            Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat serta hidayah-Nya terutama nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga kami dapat menyelesaikan makalah berjudul “Rambu-rambu dalam Pembelajaran Pkn”. Kemudian shalawat beserta salam kita sampaikan kepada Nabi besar kita Muhammad SAW yang telah memberikan pedoman hidup yakni al-qur’an dan sunnah untuk keselamatan umat di dunia.

            Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada segenap pihak, termasuk penulis artikel-artikel dimana beberapa tulisan anda kami muat dalam makalah ini.

            Akhirnya kami  menyadari bahwa banyak terdapat kekurangan-kekurangan dalam penulisan makalah ini, maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini.



Makassar,     April 2013




Penulis











Daftar Isi

BAB I
Pendahuluan

A.   Latar Belakang............................................................................
B.   Rumusan Masalah............................................................................
C.   Tujuan ..........................................................................................

BAB II
Pembahasan

A.   Penanaman nilai-nilai pancasila sejak dini.................................
B.   Prisip-prinsip Pkn SD...................................................................
C.   Dasar Pertimbangan.....................................................................
BAB III
Penutup

A.   Kesimpulan...................................................................................
B.   Saran.............................................................................................

Dafatr Pustaka

BAB I
Pendahuluan

A.   Latar Belakang

            Dalam melaksanakan pembelajaran PKn di Sekolah Dasar, guru perlu mengetahui rambu-rambu dalam pembelajaran serta mengembangkan  startegi/taktik yang tepat,  dengan pendekatan-pendekatan dan mode-model belajar yang akan diterapkan serta didukung oleh metode dan media yang efektif. Hal ini akan membantu guru dalam memahami dan membantu siswa untuk berlatih mengamalkan nilai moral Pancasila dan budi pekerti yang dipelajari di sekolah.
                 Sekarang ini banyak pelajar-pelajar dan generasi muda yang moralnya rusak karena berbagai hal yang mempengaruhi mereka mulai dari teman bergaul, media elektronik yang semain canggih, narkoba, minuman keras, dan hal-hal negatif lain yang dapat mempengaruhi mereka. Untuk membentuk generasi bangsa yang bermoral dan berkualitas tentunya memerlukan beberapa proses dalam penciptaanya. Salah satunya dengan membekali peserta didik (khususnya siswa SD) dengan nilai-niali luhur yang terkandung dalam Pancasila
            Untuk itu pendidik generasi  muda perlu memahami serta menerapkan perilaku yang patut dicontoh oleh murid, termasuk dalam penerapan prinsip-prinsip dalam pembelajaran. Agar terciptanya kualitas pemebelajaran yang baik. Dalam hal ini peningkatan kualitas belajar mengajar merupakan suatu keniscayaan yang harus diwujudkan oleh guru.Kualitas belajar mengajar yang baik akan mendorong tercapainya hasil belajar yang memadai dan bermakna bagi siswa.
             
           
B.   Rumusan Masalah

-       Bagaimanakah cara menerapkan nilai moral Pancasila sejak usia dini ?

-       Prinsip-prinsip  apa saja yang perlu diterapkan untuk meningkatkan kualitas belajar mengajar ?

-       Apa saja dasar pertimbangan penilaian dalam pembelajaran ?

C.   Tujuan

-       Mengetahui serta menerapkan nilai dan moral Pancasila sejak usia dini.

-       Memahami serta menerapkan prinsip-prinsip dalam pembelajaran.

-       Mengetahui dasar-dasar pertimbangan penilaian dan indikator hasil belajar.











BAB II
Pembahasan

A.   Penanaman Nilai Moral Pancasila Sejak Dini

Menurut kajian Psikologi Umum, usia anak yang paling efektif dalam melakukan pendidikan dan menanamkan karakter tertentu adalah usia enam sampai sepuluh tahun atau setara dengan usia anak siswa Sekolah Dasar.  Dalam rentan usia tersebut setiap pengalaman dan kejadian-kejadian yang pernah dialaminya akan menentukan bagaimana perkembangan si anak selanjutnya atau dapat dikataan usia tersebut adalah fondasi bagi masa depan anak. Apabila fondasi yang ditanam pada si anak adalah karakter-karater yang baik maka secara otomatis karakter-karater itu akan tetap melekat dalam diri anak dalam setiap proses pendewasaanya.
          Misalnya, sejak SD seorang anak telah dilatih oleh gurunya untuk datang tepat waktu setiap akan masuk kelas. Secara tidak langsung perintah  guru tersebut telah mendidik anak untuk bersikap disiplin dalam mengawali setiap kegiatan tanpa menunda-nunda waktu. Nah, kebiasaan seperti ini pasti akan selalu teringat dalam benak si anak dan selalu akan dijalankannya karena sudah menjadi kebiasaan. Lalu bagaimana cara-cara yang efektif agar seluruh nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila itu dapat ditanamkan dan diamalkan oleh siswa Sekolah Dasar, sebagai awal pembentukan karakter mereka?


1.     Melalui pelajaran, Pendidikan Kewarganegaraan atau Pendidikan Pancasila
          Melalui mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan atau Pendidikan Pancasila diharapkan peserta didik memperoleh pengetahuan tentang apa itu Pancasila, apa saja nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila dan apa saja manfaat mengamalkan nilai-nilai Pancasila,yang dalam penyampaiannya disesuaikan dengan kemampuan mereka. Sehingga mereka tidak bingung dan mempunyai gambaran untuk melaksanakannya.
2.    Nasihat Guru kepada murid
          Kebanyakan orang setelah mereka mendengarkan nasihat atau ceramah mereka akan memperoleh ilmu dan pengetahuan baru atau koreksi-koreksi yang mungkin ia dapatkan karena nasihat atau ceramah itu menyingung perbuatan-perbuatan tercela yang mungkin pernah ia lakukan. Dengan nasihat orang yang dulu kurang baik bisa berubah menjadi baik karena nasihat yang ia terima dari orang lain berupa saran-saran untuk menjadi lebih baik. Begitu juga dengan anak usia SD, mereka dapat dipengaruhi dengan nasihat-nasihat yang baik dan membangun dan sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam tiap-tiap butir Pancasila guna memberikan pedoman berperilaku dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan mereka dan dalam penyampaian nasihat tersebut harus disesuaikan dengan kemampuan yang dinasehati.
3.    Memberikan contoh sikap-sikap yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila
          Seorang guru harus berperilaku selakyaknya seorang pendidik yang berkepribadian baik, karena setiap perilaku yang ia lakukan kemungkinan 95% akan dicontoh oleh muridnya. Sebab disekolah tingkat Sekolah Dasar guru merupakan salah satu tokoh yang sangat berpengaruh selain kedua orang tuanya. Siswa akan cenderung meniru dan melaksanakan perkataan guru dariada orang tuannya. Semisal, orang tua menyuruh anaknya untuk sikat gigi dua kali sehari, si anak pasti belum mau melakukannya jika guru belum pernah mengajarkannya disekolah.
          Dengan keadaan yang demikian itu guru bisa dimanfaatkan untuk memberikan pendidikan nilai-nilai Pancasila, misalnya :
· Guru datang kesekolah datang tepat waktu, agar siswa-siswanya meniru kebiasaannya tersebut
·    Guru selalu berkata jujur kepada muridnya agar mereka juga memiliki sikap yang demikian itu
·    Guru membiasakan berjabat tangan bila bertemu orang lain baik sesama guru maupun dengan muridnya, agar murid memiliki sikap sopan santun
·    Guru membiasakan berbicara lemah lembut dengan muridnya maupun dengan orang lain agar siswa memiliki sikap hormat menghormati yang tinggi
·    Dsb
4.    Menanamkan sikap disiplin terhadap siswa melauli berbagai cara
          Sikap disiplin sangat penting dalam melakukan berbagai aktifitas agar semua aktifitas bisa berjalan dengan lancar dan tepat. Bayangkan saja jika semua manusia didunia ini tidak memiliki sikap disiplin entah disiplin dalam lingkup kecil maupun disiplin dalam lingkup besar. Contoh kecil saja, seseorang tidak bisa disiplin terhadap waktu, tidak pernah datang tepat waktu apabila diundang dalam sebuah acara otomatis acara itu akan berantakan karena tidak sesuai dengan rencana yang telah dibuat.
          Mengingat keadaan yang demikian, sejak dini siswa SD harus dilatih disiplin agar kebiasaan berdisiplin tersebut melekat pada dirinya dan diamalkan smapi ia dewasa nanti. Misalnya siswa diarahkan untuk selalu tertib dalam berpakaian seragam, bersepatu,berpennampilan rapi datang kesekolah tepat waktu dan sebagainya.


5.    Melatih siswa untuk rajin beribadah
          Beribadah erat kaitannya dengan kepercayaan dan agama masing-masing siswa karena setiap siswa memiliki latar belakang agama yang berbeda. Berhubungan dengan nilai-nilai Ketuhanan yang terdapat dalam sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Dimana nilai-nilai Ketuhanan ini menjadi fondasi dasar manusia dalam menjalankan kehidupannya, sehingga setiap siswa harus benar-benar menjiwai nilai Ketuhanan ini. Untuk itu siswa dapat dilatih dan diarahak agar selalu rajin dalam menjalankan ibadah dalam agam mereka masing-masing dengan cara-cara yang sederhana dan menarik. Misalnya, diadakan Jumatan disekolah, mengaji bersama, pesantren kilat, diadakan kajian rutin oleh guru agama masing-masing, melakukan solat berjamaah disekolah dan masih banyak cara-cara yang dapat dilakukan untuk membina siswa dalam melakukan ibadah.
          Tidak lepas dari itu semua, siswa juga diarahkan untuk selalu melihat alam semesta yang luas ini dan bersama-sama mendiskusikan bagaimana bisa alam semesta ini terjadi dan kejadian-kejadian alam yang menarik didiskusikan agar mereka percaya akan keberadaan Tuhan Sang Pencipta alam semesta.
6.    Siswa diajak dan dilatih untuk menbudayakan 3S
          Dengan membudayakan 3S (Senyum, Salam, Sapa) kepada siswa dan sesama guru maka akan tercipta suasana yang nyaman dan kondusif. Secara tidak langsung dengan budaya 3S ini siswa bersama guru belajar saling menghormati dan dan bersama-sama mengamalkan nilai-nilai Pancasila terutama nilai Kemanisiaan.