Assalamu alaikum wr.wb
Sudah lama nih tdk posting.
Kali ini saya akan memberikan beberapa saran buat sobat blogger untuk mencegah modemnya tdk support dgn windows 8. Kali ini yg akan saya bahas adalah "Modem Smartfren". oke langsung saja caranya :
1. Pada saat pertama kali anda menggunakan modem smartfren dgn windows 8, biasanya modem support (krang lebih 5 menit) namun bbrapa lama kemudian tiba-tiba tdk connect . untuk itu saran saya adalah segera mungkin matikan "windows Update"
2. segera mungkin update modem anda dengan masuk ke "device manager" lalu update otomatis dgn internet.
Minggu, 28 April 2013
Senin, 15 April 2013
Rambu-rambu Dalam Pembelajaran Pkn SD
Makalah
Rambu-rambu Dalam Pembelajaran Pkn SD
Disusun
Oleh :
(Kelompok 6, Kelas 12 H)
(Kelompok 6, Kelas 12 H)
Pendidikan
Guru Sekolah Dasar
Fakultas
Keguruan Ilmu Pendidikan
Kata
Pengantar
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat serta hidayah-Nya terutama nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga kami dapat menyelesaikan makalah berjudul “Rambu-rambu dalam
Pembelajaran Pkn”. Kemudian shalawat
beserta salam kita sampaikan kepada Nabi besar kita Muhammad SAW yang telah
memberikan pedoman hidup yakni al-qur’an dan sunnah untuk keselamatan umat di
dunia.
Kami mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada segenap pihak, termasuk penulis artikel-artikel dimana
beberapa tulisan anda kami muat dalam makalah ini.
Akhirnya kami menyadari bahwa banyak terdapat
kekurangan-kekurangan dalam penulisan makalah ini, maka dari itu penulis
mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif dari para pembaca demi
kesempurnaan makalah ini.
Makassar, April 2013
Penulis
Daftar Isi
BAB I
Pendahuluan
A.
Latar Belakang............................................................................
B.
Rumusan Masalah............................................................................
C.
Tujuan ..........................................................................................
BAB II
Pembahasan
A.
Penanaman
nilai-nilai pancasila sejak dini.................................
B.
Prisip-prinsip
Pkn SD...................................................................
C.
Dasar
Pertimbangan.....................................................................
BAB III
Penutup
A.
Kesimpulan...................................................................................
B.
Saran.............................................................................................
Dafatr
Pustaka
BAB
I
Pendahuluan
A.
Latar Belakang
Dalam melaksanakan pembelajaran PKn di Sekolah Dasar,
guru perlu mengetahui rambu-rambu dalam pembelajaran serta mengembangkan startegi/taktik yang tepat, dengan pendekatan-pendekatan dan mode-model
belajar yang akan diterapkan serta didukung oleh metode dan media yang efektif.
Hal ini akan membantu guru dalam memahami dan membantu siswa untuk berlatih
mengamalkan nilai moral Pancasila dan budi pekerti yang dipelajari di sekolah.
Sekarang ini banyak
pelajar-pelajar dan generasi muda yang moralnya rusak karena berbagai hal yang
mempengaruhi mereka mulai dari teman bergaul, media elektronik yang semain canggih,
narkoba, minuman keras, dan hal-hal negatif lain yang dapat mempengaruhi mereka.
Untuk membentuk generasi bangsa yang bermoral dan berkualitas tentunya
memerlukan beberapa proses dalam penciptaanya. Salah satunya dengan membekali
peserta didik (khususnya siswa SD) dengan nilai-niali luhur yang terkandung
dalam Pancasila
Untuk itu
pendidik generasi muda perlu memahami
serta menerapkan perilaku yang patut dicontoh oleh murid, termasuk dalam
penerapan prinsip-prinsip dalam pembelajaran. Agar terciptanya kualitas
pemebelajaran yang baik. Dalam hal ini peningkatan kualitas belajar
mengajar merupakan suatu keniscayaan yang harus diwujudkan oleh guru.Kualitas
belajar mengajar yang baik akan mendorong tercapainya hasil belajar yang memadai
dan bermakna bagi siswa.
B.
Rumusan Masalah
- Bagaimanakah cara menerapkan nilai moral Pancasila sejak
usia dini ?
- Prinsip-prinsip
apa saja yang perlu diterapkan untuk meningkatkan kualitas belajar
mengajar ?
- Apa saja dasar pertimbangan penilaian dalam pembelajaran
?
C.
Tujuan
- Mengetahui serta menerapkan nilai dan moral Pancasila
sejak usia dini.
- Memahami serta menerapkan prinsip-prinsip dalam
pembelajaran.
- Mengetahui dasar-dasar pertimbangan penilaian dan
indikator hasil belajar.
BAB
II
Pembahasan
A.
Penanaman Nilai Moral Pancasila Sejak Dini
Menurut kajian Psikologi Umum, usia anak yang paling efektif dalam
melakukan pendidikan dan menanamkan karakter tertentu adalah usia enam sampai
sepuluh tahun atau setara dengan usia anak siswa Sekolah Dasar. Dalam rentan usia tersebut setiap pengalaman
dan kejadian-kejadian yang pernah dialaminya akan menentukan bagaimana
perkembangan si anak selanjutnya atau dapat dikataan usia tersebut adalah
fondasi bagi masa depan anak. Apabila fondasi yang ditanam pada si anak adalah
karakter-karater yang baik maka secara otomatis karakter-karater itu akan tetap
melekat dalam diri anak dalam setiap proses pendewasaanya.
Misalnya, sejak SD
seorang anak telah dilatih oleh gurunya untuk datang tepat waktu setiap akan
masuk kelas. Secara tidak langsung perintah
guru tersebut telah mendidik anak untuk bersikap disiplin dalam
mengawali setiap kegiatan tanpa menunda-nunda waktu. Nah, kebiasaan seperti ini
pasti akan selalu teringat dalam benak si anak dan selalu akan dijalankannya
karena sudah menjadi kebiasaan. Lalu bagaimana cara-cara yang efektif agar
seluruh nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila itu dapat ditanamkan dan
diamalkan oleh siswa Sekolah Dasar, sebagai awal pembentukan karakter mereka?
1. Melalui pelajaran,
Pendidikan Kewarganegaraan atau Pendidikan Pancasila
Melalui mata
pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan atau Pendidikan Pancasila diharapkan
peserta didik memperoleh pengetahuan tentang apa itu Pancasila, apa saja
nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila dan apa saja manfaat mengamalkan
nilai-nilai Pancasila,yang dalam penyampaiannya disesuaikan dengan kemampuan
mereka. Sehingga mereka tidak bingung dan mempunyai gambaran untuk
melaksanakannya.
2. Nasihat Guru kepada
murid
Kebanyakan orang
setelah mereka mendengarkan nasihat atau ceramah mereka akan memperoleh ilmu
dan pengetahuan baru atau koreksi-koreksi yang mungkin ia dapatkan karena
nasihat atau ceramah itu menyingung perbuatan-perbuatan tercela yang mungkin
pernah ia lakukan. Dengan nasihat orang yang dulu kurang baik bisa berubah
menjadi baik karena nasihat yang ia terima dari orang lain berupa saran-saran
untuk menjadi lebih baik. Begitu juga dengan anak usia SD, mereka dapat
dipengaruhi dengan nasihat-nasihat yang baik dan membangun dan sejalan dengan
nilai-nilai yang terkandung dalam tiap-tiap butir Pancasila guna memberikan
pedoman berperilaku dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan mereka dan dalam
penyampaian nasihat tersebut harus disesuaikan dengan kemampuan yang
dinasehati.
3. Memberikan contoh
sikap-sikap yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila
Seorang guru harus
berperilaku selakyaknya seorang pendidik yang berkepribadian baik, karena
setiap perilaku yang ia lakukan kemungkinan 95% akan dicontoh oleh muridnya.
Sebab disekolah tingkat Sekolah Dasar guru merupakan salah satu tokoh yang
sangat berpengaruh selain kedua orang tuanya. Siswa akan cenderung meniru dan
melaksanakan perkataan guru dariada orang tuannya. Semisal, orang tua menyuruh
anaknya untuk sikat gigi dua kali sehari, si anak pasti belum mau melakukannya
jika guru belum pernah mengajarkannya disekolah.
Dengan keadaan
yang demikian itu guru bisa dimanfaatkan untuk memberikan pendidikan
nilai-nilai Pancasila, misalnya :
· Guru datang kesekolah datang tepat waktu, agar siswa-siswanya
meniru kebiasaannya tersebut
· Guru selalu berkata
jujur kepada muridnya agar mereka juga memiliki sikap yang demikian itu
· Guru membiasakan
berjabat tangan bila bertemu orang lain baik sesama guru maupun dengan
muridnya, agar murid memiliki sikap sopan santun
· Guru membiasakan
berbicara lemah lembut dengan muridnya maupun dengan orang lain agar siswa
memiliki sikap hormat menghormati yang tinggi
· Dsb
4. Menanamkan sikap
disiplin terhadap siswa melauli berbagai cara
Sikap disiplin
sangat penting dalam melakukan berbagai aktifitas agar semua aktifitas bisa
berjalan dengan lancar dan tepat. Bayangkan saja jika semua manusia didunia ini
tidak memiliki sikap disiplin entah disiplin dalam lingkup kecil maupun
disiplin dalam lingkup besar. Contoh kecil saja, seseorang tidak bisa disiplin
terhadap waktu, tidak pernah datang tepat waktu apabila diundang dalam sebuah
acara otomatis acara itu akan berantakan karena tidak sesuai dengan rencana
yang telah dibuat.
Mengingat keadaan
yang demikian, sejak dini siswa SD harus dilatih disiplin agar kebiasaan
berdisiplin tersebut melekat pada dirinya dan diamalkan smapi ia dewasa nanti.
Misalnya siswa diarahkan untuk selalu tertib dalam berpakaian seragam,
bersepatu,berpennampilan rapi datang kesekolah tepat waktu dan sebagainya.
5. Melatih siswa untuk
rajin beribadah
Beribadah erat
kaitannya dengan kepercayaan dan agama masing-masing siswa karena setiap siswa
memiliki latar belakang agama yang berbeda. Berhubungan dengan nilai-nilai
Ketuhanan yang terdapat dalam sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa.
Dimana nilai-nilai Ketuhanan ini menjadi fondasi dasar manusia dalam
menjalankan kehidupannya, sehingga setiap siswa harus benar-benar menjiwai
nilai Ketuhanan ini. Untuk itu siswa dapat dilatih dan diarahak agar selalu
rajin dalam menjalankan ibadah dalam agam mereka masing-masing dengan cara-cara
yang sederhana dan menarik. Misalnya, diadakan Jumatan disekolah, mengaji
bersama, pesantren kilat, diadakan kajian rutin oleh guru agama masing-masing,
melakukan solat berjamaah disekolah dan masih banyak cara-cara yang dapat
dilakukan untuk membina siswa dalam melakukan ibadah.
Tidak lepas dari
itu semua, siswa juga diarahkan untuk selalu melihat alam semesta yang luas ini
dan bersama-sama mendiskusikan bagaimana bisa alam semesta ini terjadi dan
kejadian-kejadian alam yang menarik didiskusikan agar mereka percaya akan
keberadaan Tuhan Sang Pencipta alam semesta.
6. Siswa diajak dan
dilatih untuk menbudayakan 3S
Dengan
membudayakan 3S (Senyum, Salam, Sapa) kepada siswa dan sesama guru maka akan
tercipta suasana yang nyaman dan kondusif. Secara tidak langsung dengan budaya
3S ini siswa bersama guru belajar saling menghormati dan dan bersama-sama
mengamalkan nilai-nilai Pancasila terutama nilai Kemanisiaan.
Langganan:
Postingan (Atom)
